Jubilee Choir
Bunyi terompet di seluruh penjuru Israel yang menandakan datangnya tahun Yobel, demikian arti yang terkandung di dalam nama Jubilee Choir. Terompet yang terbuat dari tanduk domba itu dibunyikan untuk menandakan datangnya hari penebusan atau hari pendamaian bagi siapa saja yang terikat pada sesuatu. Budak – dilepaskan, yang memiliki hutang – dilunaskan, yang haknya dirampas – dikembalikan. Semangat yang sama diberitakan oleh Jubilee Choir bahwa tahun rahmat yang dijanjikan itu digenapi dalam diri Yesus Kristus. Karena Yesus datang untuk "memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, penglihatan bagi orang buta, membebaskan orang-orang yang tertindas dan untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang". Jubilee Choir terbentuk berawal dari kerinduan beberapa orang untuk membentuk paduan suara. Setelah bergumul beberapa bulan, berkumpullah beberapa orang yang terbeban dan pada tanggal 6 Juni 2005 dimulailah latihan perdana paduan suara ini. Melayani dalam ibadah di Gereja Baptis Indonesia Grogol adalah fokus pelayanan Jubilee Choir. Namun demikian, Jubilee Choir juga mengadakan pelayanan pujian di beberapa Gereja Baptis/denominasi lainnya.
Berikut personil Jubilee :
Sopran : Anita, Anna, Dhani Rembeth, Elen, Elizabeth Ekajani, Ling-Ling, Niniek Anggriani, Ruti, Yohana Amin
Alto : Cindy Hartanti, Djuwita Hartanto, Ester Andriani, Ewon, Hanna Novianty, Jane Selomulyo, Martha Hapsari
Tenor : Budhy T. A, Franky Mamahit, Martin Ganda, Yugi Edison
Bass : Arnold Tarapa, Daniel Muksin, Koko T. D, Ridwan Sasmita, Silvanus Noorhadi
Pianist : Nanetta
By : Elen Lie
Photo's edited : Ridwan Sasmita






